PERISTIWA-PERISTIWA PENTING DALAM MEMBELA ISLAM MASA ROSULULLAH SAW


Peperangan antara kaum musyrikin yang hendak menghancurkan islam dan pasukan muslimin yang mempertahankan islam kerap terjadi, diantara peperangan disertai Rasulullah SAW bisa dinamakan ghozwah dan sebagian peprangan yang tidak disertai Rosululllah dinamakan sariah, diantara peristiwa penting yang disertai Rasul antara lain :

  1. Perjanjian Aqabah
Sebelum hijrah ke yastrib, Nabi mendahului dengan usaha mempengaruhi   orang yastrib yang ziarah Ka’bah agar mau masuk islam. Mayoritas mereka berasal dari kabilah Aus dan Khazraj. Sebagian mereka menyambut baik, hingga menyatakan diri untuk islam, serta diikuti dengan perjanjian kesetiaan mereka kepada agama islam dan Nabi Muhammad SAW. Perjanjian ini terkenal dengan nama perjanjian aqabah. Pada perjanjian Aqabah I diikuti oleh 12 orang dan pada perjanjian Aqbah II diikuti oleh 73 orang[1]

  1. Ghozwah Badar Kubro
Peperangan ini terjadi dalam bulan romadhon pada tahun kedua hijriyah, antara kaum muslimin dan kaum musyrikin Quraisy, disuatu tempat yang bernama Badar antara Makkah dan Madinah, yang disitu terdapat pasar yang diramaikan setahun sekali. Sebabnya adalah bahwa Nabi Muhammad SAW memutuskan hendak merintangi perniagaan orang Quraisy ke negeri syam guna melemahkan kekuatan mereka, sebagai imbangan perbuatan mereka menghalangi umat islam mengerjakan ibadah haji
Namun ketika beberapa sahabat samapi ditempat yang akan dilewati Khalifah Abu Sufyan ternyata mereka telah berlalu, maka Nabi memerintahkan bebrapa orang sahabat untuk menghadang kafilah-kafilah Quraisy setelah pulang dari Syam, jumlah mereka antara 900-1000 orang. Maka terjadilah perang sengit antara keduanya, laskar muslim dipimpin oleh Rasulullah dengan jumlah pasukan 316, dasn akhirnya kaum muslimin mendpatakan kemenangan.

  1. Ghozwah Uhud
Peperangan ini terjadi pada tahun ketiga hijriyah, dekat bukit uhud disebelah Timur Laut kota Madinah. Sebabnya adalah karena orang Quraisy hendak menuntut balas atas kekalahan mereka dalam perang badar, 3000 orang tentara musyrikin Quraisy berhadapan dengan 700 orang laskar islam, pada permulaan pertempuran islam memperoleh kemenangan, tetapi kemudian diantara merke ada yang melanggar yang diperintahkan oleh Nabi, yaitu turunnya 50pemanah dari bukit setealh melihat kemenangan berada ditangan muslimin, lalu orang Quraisy meme\beranikan diri menyerbu orang islam kembali melalui putar balik dengan pimpinannya Khalid bin Walid, sebanyak 70 orang kaum Muslimin yang gugur diantaranya adalah Hamzah paman Nabi, kemudian kaum Quraisy kembali ke Makkah karena merasa puas telah membalas atas kekalahan mereka pada peranga badar

  1. Ghozwah Khondaq
Setelah ghozwah uhud terjadi beberapa peristiwa antara umat islam dan kabilah Yahudi yaitu pelanggaran kabilah Yahudi atas perjanjian yang telah disepakati oleh Nabi, peristiwa itu mengakibatkan terusirnya bani Qoinuqo’ dan Nadhir maka permusuhan antara umat islam dan Yahudi semakin luas, mereka menghasut Quraisy untuk turut perang melawan muslim di Madinah yang akan menyerang umat muslim terdiri dari beberapa kelompok yang dinamai Ahzab yang dipimpin oleh Abu Sufyan.

Dalam perang ini islam memperlihatkan kemahirannya dalam membuat pertahanan yang diusulkan oleh Salman AL-Farisi  dengan menggali lobang perang (khondaq) sekeliling Madinah dan disana mereka bertahan, mereka terkejut menemukan pertahanan yang belum merekan kenal yaitu dengan khondaq. Mereka mengepung kurang lebih 20 hari maka timbullah perselisihan daslam barisan musuh dan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu pasukan dibawah yang dipimpin oleh Ibnul A’war Assulani dari jurusan debelah atas lembah, dari samping dipimpin oleh Uyayna bin Hishn dan satu pasukan dipimpin oleh Abu Sufyan dijurusan parit. Dimalam harinya angin topan yang kencang sekali dan disertai oleh hujan lebat, diselangi oleh halilintar yang saling bersambutan dan akhirnya mereka pulang ke Makkah dengan kekecewaan dan kaum muslim mendaptkan kemenangan

  1. Perjanjian Hudaibiyah
Pada tahun keenam hijriyah Nabi membawa 1.400 orang muslim untuk mengerjakan umrih di Makkah diluar musim haji. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan barisan Quraisy dan terjadilaj perundingan dua belah pihak. Dikarenakan orang Quraisy takut pembalasan orang islam, mereka mnta berdamai dan terjadi perjanjian Hudaibiyah yagn berisi :
1.      Tidak saling menyerang selama 10 tahun
2.      Masing-masing pihak untuk menenagkan diri
3.      Kaum muslimin diharuskan kembali ke Madinah pada tahun itu
4.      Kaum musyrikin tidak wajb mengembalikan orang islam yang datang kepada mereka, sedangkan muslimin sebaliknya

Dalam kesempatan damai terseut, dimanfaatakan oleh Nabi untuk mempogandakan ajaran islam ke dalam lingkungan budaya masyarakat secara lebih luas, bahkan sampai menjangkau ke luar lingkunga budaya bangsa arab. Akibatnya, islam dan kedaulatan kaum muslimin di Madinah mulai dikeanal secara luas oleh kaum di luar Jazirah Arab

  1. Ghozwah Mut’ah
Perang ini disebabkan karena utusan Nbai untuk menyampaikan surat, dibunuh dengan kejam oleh raja Ghassan pada tahun 8 H. Nabi mengerahkan 3000 orang muslim dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, angkatan ini melawan Laskar Hercules yang terdiri dari ats Romawi dan Arab terjadi di desa Mut’ah. Zaid gugur dan diganti oleh Abdullah bin Rohwah dan Ja’far bin Abi Tholib, setelah mereka gugur digantikan Khalid, pada saat ini laskar islam mundur dengan teratur dan pulang ke Madinah hingga Romawi tidak dapat mengejarnya. Khalid diberi gelear Saifullah

  1. Fathul Makkah
Warga Makkah akan menyerang suku-suku yang bersahabat denganNabi, hingga suku-suku itu meminta pertolongan dengan Nabi. Pada tahun kedelapan kebabian, Nabi mengerakhakn 12000 umat islam menuju Makkah. Mengetrahui kedatangan kaum muslimin pemimpin merak pun menyerahkan diri pada muslimin yang dikepalai oleh Abu Sufyan. Kaum muslimin memasuki kota Makkah dengan tanpa pertumpahan darah dan mereka membasmi berhala-berhala fdan Nabi pun memberi maaf kepada kaum Makkah yang dulu pernah menganiaya Nabi dan sahabat. Setelah pembebasan Makkah datanglah suku-suku dari penjuru Arab untuk memeluk agama islam.

  1. Ghozwah Tabuk (perang terakhir)
Nabi mendapat berita bahwa kaum Roma sudah di perbatasan Palestina untuk menyerang islam dan di dalamnya terdapat beberapa suku Arab. Akhirnya nabi dan kaum islam keluar menuju Syam saat sampai di Tabuk (Suatu tempat antara Madinah dan Palestina) berhentilah Rasaul untuk beberapa hari fdan mengikat perdamaian dengan penduduknya. Kemudian datanglah utusan dari Aylah (di pesisir lau Kaizun) dan dari tempat lainnya mengikat perdamaian dengan Rasulullah. Sementara itu khalid in walid membawa sebagian tentara islam ke Dumatul Jandal dan menaklukkan daerah itu kemudian rasul pulang ke Madinah

  1. Haji Wada’
Haji terakhir pada tahun 10H. Nabi keluar bersama 100.000 kaum Muslimin melakukan ibadah haji. Khutbah Nbai di dekat bukit Arafah menjadi pusaka abadi umat islam. Dalam khutbahnya, Nabimenyatakan landana dan peraturan agama islam. Dengan demikian sempurnalah kerasulan Nabi. [2]



[1] Fadil S.J, pasang surut peradaba islam dalam lintasan sejarah, 102
[2] Pondok Modern Darussalam, Kuliyyatul Mualimin Al-Islamiiyah

Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT AKUN BEASISWA TURKIYE BURSLARI 2019 (YTB)

CARA MENDAFTAR DAN MENGISI AKUN BEASISWA TURKIYE BURSLARI (YTB)

CARA LULUS SELEKSI DAN DITERIMA BEASISWA TURKIYE BURSLARI (YTB)